marque

welcome to my blog, MY NAME IS YULI RAHMAWATI, THANK YOU FOR WELCOME. SEE YOU

Minggu, 05 Agustus 2012

candi


Ilmu Pengetahuan
Candi - Candi di Indonesia

Indonesia memiliki banyak candi peninggalan sejarah, baik itu candi yang besar maupun kecil. Walaupun harus diakui kalau tidak semua candi - candi tersebut terawat dengan baik sehingga dibutuhkan keseriusan pemerintah serta masayarakat di sekitar candi untuk menjaga kebersihan serta kelestarian candi - candi tersebut.

Berikut ini adalah candi - candi di Indonesia :
CANDI SINGOSARI
 
Candi ini terletak di Kecataman Singosari, Kabupaten Malang. Candi yang ditemukan pada awal abad 18 ini sempat diberi nama sebagai candi Menara oleh orang Belanda yang menemukan candi ini walaupun oleh masyarakat setempat candi ini diberi nama Candi Cungkup. Candi Singosari ini merupakan makam Raja Kertanegara sebagai Bhirawa atau Dewa Syiwa dalam bentuk karakter yang jahat. Di sebelah utara Candi Singosari ini terdapat  2 patung raksasa yang memiliki tinggi 4 meter yang disebut dengan Dwarapala.


CANDI MUARA TAKUS

Candi ini terletak di desa Muara Takus - Pekanbaru. Kompleks candi ini dikelilingi berukuran 74 x 74 meter. Sedangkan di luar area candi ini juga terdapat tembok tanah yang berukuran 1,5 x 1,5 kilometer yang mengelilingi kompleks sampai pada pinggir sungai kampar kanan. Di dalam kompleks candi terdapat bangunan candi tua, candi bungsu, mahligai stupa serta palangka. Hingga saat ini para pakar purbakal belum bisa menentukan kapan pastinya candi ini dbangun. Candi ini merupakan candi buddha. Ini merupakan bukti bahwa agama Buddha telah berkembang di kawasan ini beberapa abad yang lalu.


CANDI SAJIWAN

Candi Sajiwan ini terletak di sebelah selatan Candi Prambanan. Di dalam kompleks Candi Sajiwan ini dilengkapi dengan Vihara. Ini menunjukkan bahwa candi ini termasuk ke dalam kelompok candi - candi Buddha. Di dalam candi ini Rakriyan Sanjiwana yang merupakan nama lain dari Sri Pramowardani, anak dari Samaratungga yang menikah dengan Rakai Pikatan, didharmakan. Di bagian depan candi terdapat 2 patung aksasa yang memegang gada dan ular. Sejarah mencatat bahwa pada zaman itu telah hidup berdampingan serta saling mempengaruhi antara agama Buddha yang dianut oleh wangsa Syailendra dan agama Hindu Siwa yang dianut oleh wangsa Sanjaya berkat perkawinan rakai Pikatan dengan Sri Pramodawarddhani.


CANDI BOKO

Candi ini berada di sekitar candi Prambanan. Sehingga tidak heran bila terdapat kaitan cerita antara candi Prambanan dan candi Boko ini. Candi berbentuk lebih menyerupai bangunan kraton karena pada candi ini ditemukan bekas tembok benteng serta galian sejenis dengan selokan yang berfungs sebagai pertahanan. Pada candi Boko ini terdapat semacam pemukiman yang jumlahnya banyak.ehingga pengunjung yang mengunjungi candi Boko ini harus melewati gunung dan gua - gua dimana ukuran dari gua - gua tersebut tidak sama besar. Pada situs candi Boko ini pernah ditemukan patung yang menggambarkan seorang laki - laki dan perempuan berkepala dewa dan sedang berpelukan. Ini menandakan bahwa penguasa candi Boko ini merupakan penganut Hindu Siwa. Namun di dalam tembok yang mengelilingi candi juga terdapat sebuah batu dengan tulisan Nagari yang memberikan kesan bahwa terdapat pengaruh Buddha pada candi ini.


CANDI GEDONG SONGO

Candi Gedong Songo ini terletak di desa Candi - Jawa Tengah. Kompleks candi Gedong Songo ini berada di lereng sebelah selatan gunung Ungaran. Diperkirakan candi ini didirikan pada abad VIII - IX. Candi bercorak Hindu ini didirikan oleh Wangsa Sanjaya. Sesuai dengan namanya, di dalam kompleks candi ini terdapat 9 bangunan candi. 

Video aneka candi di Jawa Tengah
Dalam video ini akan diperlihatkan beberapa candi yang terdapat di Jawa Tengah
(indahf/Carapedia)

Pencarian Terbaru (100)
Candi candi di indonesia. Macam macam candi di indonesia. Gambar candi di indonesia. Sejarah candi candi di indonesia. Candi di indonesia. Candi muara takus. Candi candi.
Candi bercorak hindu. Candi candi yang ada di indonesia. Macam macam candi. Candi candi hindu budha di indonesia. Nama nama candi yang ada di indonesia. Candi candi indonesia. Nama nama candi di indonesia.
Sejarah candi di indonesia. Nama candi di indonesia. Candi di indonesia dan sejarahnya. Macam macam candi budha. Kliping candi candi. Gambar candi candi di indonesia. Gambar candi.di indonesia.
Candi bercorak budha. Gambar candi hindu budha. Candi candi budha di indonesia. Candi sajiwan. Artikel candi candi di indonesia. Macam macam candi yang ada di indonesia. Candi candi bercorak hindu budha di indonesia.
10 candi di indonesia dan keterangannya. Macam macam candi di indonesia dan penjelasannya. Gambar peninggalan hindu dan namanya. Gambar candi dan keterangannya. Peninggalan sejarah hindu budha beserta gambar. Gambar candi candi. Candi dan keterangannya.
Candi bercorak islam. Candi di indonesia bercorak budha. Macam candi di indonesia. Contoh gambar peninggalan sejarah. Gambar candi. Gambar peninggalan hindu. Candi candi yang ada di dunia.
Sejarah candi indonesia. Candi budha di indonesia. Semua candi di indonesia. Candi candi yang bercorak hindu budha. Candi candi bercorak hindu. Candi gedong songo. Peninggalan gambar sejarah beserta keterangannya.5 candi di indonesia. Candi candi di indonesia wikipedia. 5 contoh candi bercorak budha di indonesia. Gambar gambar candi di indonesia. Candi hindu di indonesia. Gambar dan cerita candi budha dan hindu di indonesia. Peninggalan sejarah di indonesia.5 gambar candi indonesia. Candi candi peninggalan sejarah. Peninggalan sejarah hindu budha di indonesia dan penjelasannya. Candi candi bercorak hindu budha. Gambar patung samaratungga. Contoh candi bercorak hindu di indonesia. Gambar dan keterangan candi candi. 
Gambar seluruh candi di indonesia. Gambar peninggalan budha dan hindu di indonesia. Gambar gambar patung bercorak hindu. Gambar candi peninggalan agama hindu dan penjelasannya. Gambar peninggalan bersejarah di indonesia. Gambar dan sejarah candi candi di indonesia. Definisi candi.
Candi candi di dunia. Macam macam candi budha di indonesia. Gambar peninggalan hindu budha beserta penjelasannya. Gambar dan keterangan peninggalan sejarah indonesia. Www.sejarah sejarah hindu dan buddha serta gambarnya. Candi singosari. Candi peninggalan hindu budha di indonesia.
Gambar candi indonesia. Candi muara takus peninggalan kerajaan. Pengertian candi~candi di indonesia beserta gambarnya. Contoh gambar candi yang ada di indonesia. Jenis jenis candi di indonesia. Artikel tempat bersejarah prambanan. Peninggalan bercorak islam di indonesia beserta dengan gambar dan penjelasanya. 
Wikipedia sejarah asal candi candi di indonesia. Rumah candi singosari. Gambar candi candi yang ada di indonesia. Candi yang bercorak hindu. Gambar dan pengertian sejarah hindu budha di indonesia. Candi bercorak hindu budha dan islam. Peninggalan bercorak hindu budha di indonesia.
Contoh makalah candi candi di indonesia. Candi di indonesia beserta pengertiannya. Foto foto candi buddha dan hindu. Candi candi di indonesia berserta artinya. Candi bercorak agama islam. Candi terdapat di indonesia. Candi bercorak islam di indonesia.
Candi yg bercorak hindu budha. Gambar dan pengertian peninggalan sejarah di indonesia.

Candi Kalasan

Candi Kalasan terletak di Desa Kalibening, Tirtamani, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya sekitar 16 km ke arah timur dari kota Yogyakarta. Dalam Prasasti Kalasan dikatakan bahwa candi ini disebut juga Candi Kalibening, sesuai dengan nama desa tempat candi tersebut berada.

Tidak jauh dari Candi Kalasan terdapat sebuah candi yang bernama  Candi Sari. Kedua candi tersebut memiliki kemiripan dalam keindahan bangunan serta kehalusan pahatannya. Ciri khas lain yang hanya ditemui pada kedua candi itu ialah digunakannya vajralepa (bajralepa) untuk melapisi ornamen-ornamen dan relief pada dinding luarnya.
Umumnya sebuah candi dibangun oleh raja atau penguasa kerajaan pada masanya untuk berbagai kepentingan, misalnya untuk tempat ibadah, tempat tinggal bagi biarawan, pusat kerajaan atau tempat dilangsungkannya kegiatan belajar-mengajar agama. Keterangan mengenai Candi Kalasan dimuat dalam Prasasti Kalasan yang ditulis pada tahun Saka 700 (778 M). Prasasti tersebut ditulis dalam bahasa Sanskerta menggunakan aksara pranagari. Dalam Prasasti Kalasan diterangkan bahwa para penasehat keagamaan Wangsa Syailendra telah menyarankan agar Maharaja Tejapurnama Panangkarana mendirikan bangunan suci untuk memuja Dewi Tara dan sebuah biara untuk para pendeta Buddha. Menurut prasasti Raja Balitung (907 M), yang dimaksud dengan Tejapurnama Panangkarana adalah Rakai Panangkaran,  putra Raja Sanjaya dari Kerajaan Mataram Kuno.
Rakai Panangkaran kemudian menjadi raja Kerajaan Mataram Kuno yang kedua. Selama kurun waktu 750-850 M kawasan utara Jawa Tengah dikuasai oleh raja-raja dari Wangsa Sanjaya. Selama kurun waktu yang sama Wangsa Syailendra  berkuasa di bagian selatan Jawa Tengah. Pembagian kekuasaan tersebut berpengaruh kepada karakter candi-candi yang dibangun di wilayah masing-masing pada masa itu. Kedua Wangsa tersebut akhirnya dipersatukan melalui pernikahan Rakai Pikatan Pikatan (838 – 851 M) dengan Pramodawardhani, Putra Maharaja Samarattungga dari Wangsa Syailendra. (Sumber: pnri.go.id)
Lapisan Semen Kuno
Keunikan Candi Kalasan terdapat pada hiasan yang indah dan pahatan batunya halus. Selain itu ornamen dan relief pada dinding luarnya dilapisi sejenis semen kuno yang disebut Valjralepa. Menggunaan Valjralepa bertujuan untuk melindungi candi dari lumut dan jamur. Valjralepa juga memperhalus pahatan relief dan memberi efek warna keemasan pada Candi. Lapisan valjralepa jarang ditemukan pada candi-candi kawasan Prambanan. Selain candi Kalasan candi yang menggunakan Valjralepa yaitu candi Sari. Candi Sari merupakan satu rangkaian dengan pembangunan candi Kalasan. Candi Kalasan sebagai tempat peribadatan sedangkan candi Sari berfungsi sebagai asrama.

Nama Candi Dusun dan Desa Nama Asli Nama Lain Gunung Wukir (Jawa: "gunung berukir") Canggal, Kadiluwih Siwalingga (?) (berdasarkan prasasti Canggal) Borobudur Bumisegoro, Borobudur Bhumisambharabudhara (Sanskerta:"sepuluh tingkatan kebajikan bodhisatwa", berdasarkan prasasti Tri Tepusan) Jinalaya (berdasarkan prasasti Karangtengah), Budur (berdasarkan Nagarakretagama) Mendut Mendut, Mungkid Venuvana (Sanskerta: "hutan bambu" berdasarkan prasasti Karangtengah) Pawon (Jawa: "dapur" atau "pa-awu-an", tempat abu) Bajranalan Vajranala (?) (Sanskerta: "api halilintar" berdasarkan nama desa) Prambanan Prambanan Shivagrha (Sanskerta:"rumah Siwa", berdasarkan prasasti Siwagrha) Rara Jonggrang (legenda setempat) Sewu (Jawa: "seribu", terkait legenda Rara Jonggrang) Bener, Bugisan Manjusrigrha (Sanskerta:"rumah Manjusri", berdasarkan prasasti Kelurak dan prasasti Manjusrigrha) Ratu Boko (Jawa: "raja Boko", terkait legenda Rara Jonggrang) Sambirejo Abhayagiri (Sanskerta:"gunung yang aman dari bahaya", prasasti Abhayagiri Wihara) Kalasan Kalibening, Kalasan Kalaça (nama desa berdasarkan prasasti Kalasan) Tara<grha> (?) (berdasarkan prasasti Kalasan candi ini dipersembahkan untuk dewi Tara) Penataran Penataran, Nglegok Palah (Nagarakretagama) Jawi Candi Wates, Prigen Jajawa (Nagarakretagama) Jago Tumpang Jajaghu (Nagarakretagama) Bajang Ratu (Jawa:"raja cacat") Temon, Trowulan Çrenggapura atau Sri Ranggapura (Sanskerta:"Istana Sri Rangga", berdasarkan Nagarakretagama, pedharmaan raja Jayanegara) Jabung Jabung, Paiton Vajrajinaparamitapura (Sanskerta:"Istana Wajra Jina (Buddha) Paramita", berdasarkan Nagarakretagama) Sajabung (Pararaton) 

Candi Cetho

Candi Cetho merupakan sebuah candi bercorak agama Hindu peninggalan masa akhir pemerintahan Majapahit (abad ke-15). Laporan ilmiah pertama mengenainya dibuat oleh Van de Vlies pada 1842. A.J. Bernet Kempers juga melakukan penelitian mengenainya. Ekskavasi (penggalian) untuk kepentingan rekonstruksi dilakukan pertama kali pada tahun 1928 oleh Dinas Purbakala Hindia Belanda. Berdasarkan keadaannya ketika reruntuhannya mulai diteliti, candi ini memiliki usia yang tidak jauh dengan Candi Sukuh. Lokasi candi berada di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, pada ketinggian 1400m di atas permukaan laut.
Ciri-cirinya:
Pada keadaannya yang sekarang, Candi Cetho terdiri dari sembilan tingkatan berundak. Sebelum gapura besar berbentuk candi bentar, pengunjung mendapati dua pasang arca penjaga. Aras pertama setelah gapura masuk merupakan halaman candi. Aras kedua masih berupa halaman dan di sini terdapat petilasan Ki Ageng Krincingwesi, leluhur masyarakat Dusun Cetho. 

Candi Asu

Candi Asu adalah nama sebuah candi peninggalan budaya Hindu yang terletak di Desa Candi Pos, kelurahan Sengi, kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, provinsi Jawa Tengah (kira-kira 10 km di sebelah timur laut dari candi Ngawen). Di dekatnya juga terdapat 2 buah candi Hindu lainnya, yaitu candi Pendem dan candi Lumbung (Magelang). Nama candi tersebut merupakan nama baru yang diberikan oleh masyarakat sekitarnya.
Ciri-cirinya :
Disebut Candi Asu karena didekat candi itu terdapat arca Lembu Nandi, wahana dewa Siwa yang diperkirakan penduduk sebagai arca asu ‘anjing’. Disebut Candi Lumbung karena diduga oleh penduduk setempat dahulu tempat menyimpan padi (candi Lumbung yang lain ada di kompleks Taman Wisata candi Prambanan). Ketiga candi tersebut terletak di pinggir Sungai Pabelan, dilereng barat Gunung Merapi, di daerah bertemunya (tempuran) Sungai Pabelan dan Sungai Tlingsing. Ketiganya menghadap ke barat. Candi Asu berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 7,94 meter. Tinggi kaki candi 2,5 meter, tinggi tubuh candi 3,35 meter. Tinggi bagian atap candi tidak diketahui karena telah runtuh dan sebagian besar batu hilang. Melihat ketiga candi tersebut dapat diperkirakan bahwa candi-candi itu termasuk bangunan kecil. Di dekat Candi Asu telah diketemukan dua buah prasati batu berbentuk tugu (lingga), yaitu prasasti Sri Manggala I ( 874 M ) dan Sri Manggala II ( 874 M ).

Candi Gunung Wukir

Candi Gunung Wukir atau Candi Canggal adalah candi Hindu yang berada di dusun Canggal, kalurahan Kadiluwih, kecamatan Salam, Magelang, Jawa Tengah. Candi ini tepatnya berada di atas bukit Gunung Wukir dari lereng gunung Merapi pada perbatasan wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Menurut perkiraan, candi ini merupakan candi tertua yang dibangun pada saat pemerintahan raja Sanjaya dari zaman Kerajaan Mataram Kuno, yaitu pada tahun 732 M (654 tahun Saka).
Ciri-cirinya:
Kompleks dari reruntuhan candi ini mempunyai ukuran 50 m x 50 m terbuat dari jenis batu andesit, dan di sini pada tahun 1879 ditemukan prasasti Canggal yang banyak kita kenal sekarang ini. Selain prasasti Canggal, dalam candi ini dulu juga ditemukan altar yoni, patung lingga (lambang dewa Siwa), dan arca lembu betina atau Andini.

Candi Prambanan

Berdiri di bawah Candi Hindu terbesar di Asia Tenggara ini selarik puisi tiba-tiba terlintas di benak
Candi Prambanan yang dikenal juga sebagai Candi Roro Jonggrang ini menyimpan suatu legenda yang menjadi bacaan pokok di buku-buku ajaran bagi anak-anak sekolah dasar. Kisah Bandung Bondowoso dari Kerajaan Pengging yang ingin memperistri dara cantik bernama Roro Jonggrang. Si putri menolak dengan halus. Ia mempersyaratkan 1000 candi yang dibuat hanya dalam waktu semalam. Bandung yang memiliki kesaktian serta merta menyetujuinya. Seribu candi itu hampir berhasil dibangun bila akal licik sang putri tidak ikut campur. Bandung yang kecewa lalu mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca, yang diduga menjadi arca Batari Durga di salah satu candi.
5. Candi Gunung Sari

Candi Gunung Sari adalah salah satu candi Hindu Siwa yang ada di Jawa. Lokasi candi ini berdekatan dengan Candi Gunung Wukir tempat ditemukannya Prasasti Canggal.
Ciri-cirinya:
Candi Gunung Sari dilihat dari ornamen, bentuk, dan arsitekturnya kemungkinan lebih tua daripada Candi Gunung Wukir. Di Puncak Gunung Sari kita bisa melihat pemandangan yang sangat mempesona dan menakjubkan. Candi Gunung Sari terletak di Desa Gulon, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Semoga di masa depan Candi Gunung Sari semakin dikenal oleh banyak orang untuk dapat menemukan inspirasi dan keindahanny.
6. Arca Gupolo

Arca Gupolo adalah kumpulan dari 7 buah arca berciri agama Hindu yang terletak di dekat candi Ijo dan candi Barong, di wilayah kelurahan Sambirejo, kecamatan Prambanan, Yogyakarta. Gupolo adalah nama panggilan dari penduduk setempat terhadap patung Agastya yang ditemukan pada area situs. Walaupun bentuk arca Agastya setinggi 2 meter ini sudah tidak begitu jelas, namun senjata Trisula sebagai lambang dari dewa Siwa yang dipegangnya masih kelihatan jelas. Beberapa arca yang lain, kebanyakan adalah arca dewa Hindu dengan posisi duduk.
Ciri-cirinya:
Di dekat arca Gupolo terdapat mata air jernih berupa sumur yang dipakai oleh penduduk setempat untuk mengambil air, dan meskipun di musim kemarau panjang sumur ini tidak pernah kering. Menurut legenda rakyat setempat, Gupolo adalah nama patih (perdana menteri) dari raja Ratu Boko yang diabadikan sebagai nama candi Ratu Boko (ayah dari dewi Loro Jonggrang dalam legenda candi Prambanan).

Candi Cangkuang

Candi Cangkuang adalah sebuah candi Hindu yang terdapat di Kampung Pulo, wilayah Cangkuang, Kecamatan Leles, Garut, Jawa Barat. Candi inilah juga yang pertama kali ditemukan di Tatar Sunda serta merupakan satu-satunya candi Hindu di Tatar Sunda.
Cirri-ciri nya:
Bangunan Candi Cangkuang yang sekarang dapat kita saksikan merupakan hasil pemugaran yang diresmikan pada tahun 1978. Candi ini berdiri pada sebuah lahan persegi empat yang berukuran 4,7 x 4,7 m dengan tinggi 30 cm. Kaki bangunan yang menyokong pelipit padma, pelipit kumuda, dan pelipit pasagi ukurannya 4,5 x 4,5 m dengan tinggi 1,37 m. Di sisi timur terdapat penampil tempat tangga naik yang panjangnya 1,5 m dan lébar 1,26 m.

Candi Gedong Songo

Candi Gedong Songo adalah nama sebuah komplek bangunan candi peninggalan budaya Hindu yang terletak di Desa Candi, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia tepatnya di lereng Gunung Ungaran. Di kompleks candi ini terdapat lima buah candi.
Candi ini diketemukan oleh Raffles pada tahun 1804 dan merupakan peninggalan budaya Hindu dari zaman Wangsa Syailendra abad ke-9 (tahun 927 masehi).
Ciri-cirinya:
Candi ini memiliki persamaan dengan kompleks Candi Dieng di Wonosobo. Candi ini terletak pada ketinggian sekitar 1.200 m di atas permukaan laut sehingga suhu udara disini cukup dingin (berkisar antara 19-27°C)
Lokasi 9 candi yang tersebar di lereng Gunung Ungaran ini memiliki pemandangan alam yang indah. Di sekitar lokasi juga terdapat hutan pinus yang tertata rapi serta mata air yang mengandung belerang.

Candi Pringapus

Candi Pringapus adalah candi di desa Pringapus, Ngadirejo, Temanggung 22 Km arah barat laut ibu kota kabupaten Temanggung. Arca-arca berartistik Hindu yang erat kaitanya dengan Dewa Siwa menandakan bahwa Candi Pringapus bersifat Hindu Sekte Siwaistis. Candi tersebut dibangun pada tahun tahun 772 C atau 850 Masehi menurut prasasti yang ditemukan di sekitar candi ketika diadakan restorasi pada tahun 1932.
Ciri-cirinya:
Candi ini merupakan Replika Mahameru, nama sebuah gunung tempat tinggal para dewata. Hal ini terbukti dengan adanya adanya hiasan Antefiq dan Relief Hapsara-hapsari yang menggambarkan makhluk setengah dewa. Candi Pringapus bersifat Hindu Sekte Siwaistis

Candi Sukuh

Candi Sukuh adalah sebuah kompleks candi agama Hindu yang terletak di Kabupaten Karanganyar, eks Karesidenan Surakarta, Jawa Tengah. Candi ini dikategorikan sebagai candi Hindu karena ditemukannya obyek pujaan lingga dan yoni. Candi ini digolongkan kontroversial karena bentuknya yang kurang lazim dan karena banyaknya obyek-obyek lingga dan yoni yang melambangkan seksualitas.
Cirri-cirinya:
Bangunan candi Sukuh memberikan kesan kesederhanaan yang mencolok pada para pengunjung. Kesan yang didapatkan dari candi ini sungguh berbeda dengan yang didapatkan dari candi-candi besar di Jawa Tengah lainnya yaitu Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Bentuk bangunan candi Sukuh cenderung mirip dengan peninggalan budaya Maya di Meksiko atau peninggalan budaya Inca di Peru. Struktur ini juga mengingatkan para pengunjung akan bentuk-bentuk piramida di Mesir.

CANDI BERCORAK HINDU BUDHA DI INDONESIA      

     1. CANDI BOROBUDUR


Candi Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di BorobudurMagelangJawa Tengah. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra.

2. CANDI PRAMBANAN


Candi Rara Jonggrang atau Lara Jonggrang yang terletak di Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Candi ini terletak di pulau Jawa, kurang lebih 20 km timur Yogyakarta, 40 km barat Surakarta dan 120 km selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Rara Jonggrang terletak di desa Prambanan yang wilayahnya dibagi antara kabupaten Sleman dan Klaten.

3.CANDI KALASAN


Candi Kalasan atau Candi Tara dibangun sekitar akhir abad ke 8 M atau awal abad ke 9 M diatas bangunan candi kuno. Candi yang berada kira-kira 2 km di sebelah barat dari candi Prambanan, yaitu di sisi jalan raya antara Yogyakarta dan Solo ini dikategorikan sebagai candi umat Buddha

    4. CANDI MENDUT


Candi Mendut adalah sebuah candi berlatar belakang agama Buddha. Candi ini terletak di desa Mendut, kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, beberapa kilometer dari candi Borobudur

     5. CANDI ARJUNA














Candi Arjuna adalah sebuah kompleks candi Hindu peninggalan dari abad ke-7-8 yang terletak di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia







6.CANDI BARONG


Candi Barong yang mempunyai hiasan kala dan naga mirip seperti barong pada pintu masuknya adalah candi Hindu yang berada tidak jauh dari Candi Ratu Boko, yaitu di dusun Candisari, kelurahan Bokoharjo, Prambanan, Yogyakarta. Candi ini dibangun pada sekitar abad ke-9 dan ke-10 pada saat zaman Kerajaan Mataram Kuno.

7.CANDI CANGKUANG


Candi Cangkuang adalah sebuah candi Hindu yang terdapat di Kampung Pulo, wilayah Cangkuang, Kecamatan Leles, Garut, Jawa Barat. Candi inilah juga yang pertama kali ditemukan di Tatar Sunda serta merupakan satu-satunya candi Hindu di Tatar Sunda.

8.CANDI DADI


Candi Dadi terletak di Desa Sanggrahan, Boyolangu, Tulungagung Tulungagung, Jawa Timur. Letak dari Candi Dadi tidak jauh dari lokasi Candi Cungkup, Candi Gayatri, dan Goa Selomangleng. Lokasi candi berada di puncak gunung dan hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki

9.CANDI GEDONGSONGO


Candi Gedong Songo adalah nama sebuah komplek bangunan candi peninggalan budaya Hindu yang terletak di Desa Candi, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia tepatnya di lereng Gunung Ungaran. Di kompleks candi ini terdapat lima buah candi.

10. CANDI PAWON


Candi Pawon  berada di antara Candi Mendut dan Candi Borobudur
Candi Pawon adalah nama sebuah candi. Candi Pawon dipugar tahun 1903

11.CANDI SARI


Candi Sari yang berada di dekat candi Kalasan
Candi Sari adalah candi Buddha yang berada tidak jauh dari Candi Sambi Sari, Candi Kalasan dan Candi Prambanan, yaitu di bagian sebelah timur laut dari kota Yogyakarta, dan tidak begitu jauh dari Bandara Adisucipto. 

12.CANDI SINGOSARI


Candi ini berlokasi di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, (sekitar 10km dari Kota Malang) terletak pada lembah di antara Pegunungan Tengger dan Gunung Arjuna di ketinggian 512m dari permukaan laut.

13. CANDI TKUS


Candi Tikus adalah sebuah candi peninggalan Kerajaan Majapahit yang terletak di kompleks Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Candi Tikus merupakan salah satu situs arkeologi utama di Trowulan. Bangunan Candi Tikus berupa tempat ritual mandi (petirtaan) di kompleks pusat pemerintahan Majapahit. Bangunan utamanya terdiri dari dua tingkat

14. CANDI BIMA


Candi Bima terletak paling selatan di kompleks Percandian Dieng. Pintu masuk berada di sisi timur. Candi ini cukup unik dibanding dengan candi-candi lain, baik di Dieng maupun di Indonesia pada umumnya, karena kemiripan arsitekturnya dengan beberapa candi di India. Pada bagian atap terdapat relung dengan relief kepala yang disebut dengan kudu.

15.CANDI CETO


Candi Cetho merupakan sebuah candi bercorak agama Hindu peninggalan masa akhir pemerintahan Majapahit (abad ke-15). Lokasi candi berada di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, pada ketinggian 1400m di atas permukaan laut. 

16. CANDI GATOTKACA


Candi Gatotkaca adalah candi Hindu yang berada di Dataran Tinggi Dieng, di wilayah Kabupaten Banjarnegara, Propinsi Jawa Tengah. Candi ini terletak di sebelah barat kompleks Candi Arjuna, di tepi jalan ke arah Candi Bhima, di seberang Museum Dieng Kailasa. Dahulu, Candi Gatotkaca merupakan bagian dari kompleks yang terdiri atas enam bangunan candi. Nama Gatotkaca sendiri diberikan oleh penduduk dengan mengambil nama tokoh wayang dari cerita Mahabarata.

17. CANDI IJO


Candi Ijo adalah candi Hindu yang berada tidak jauh dari Candi Ratu Boko atau kita-kira 18 km di sebelah timur kota Yogyakarta. Candi ini dibangun pada abad ke-9 pada saat zaman Kerajaan Mataram Kuno, dan terletak pada ketinggian 410 meter di atas permukaan laut.

18.CANDI KEDULAN


Candi Kedulan adalah candi Hindu yang berada tidak jauh dari Candi Sambi Sari, yaitu di dusun Kedulan, kelurahan Tirtomartani, kecamatan Kalasan, Yogyakarta. Candi ini dibangun pada sekitar abad ke-8 dan ke-9 pada saat zaman Kerajaan Mataram Kuno

19. CANDI MUARA TAKUS


Candi Muara Takus adalah sebuah candi Buddha yang terletak di Riau, Indonesia. Kompleks candi ini tepatnya terletak di desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto, Kabupaten Kampar atau jaraknya kurang lebih 135 kilometer dari Kota Pekanbaru, Riau. Jarak antara kompleks candi ini dengan pusat desa Muara Takus sekitar 2,5 kilometer dan tak jauh dari pinggir Sungai Kampar Kanan

20. CANDI PENATARAN


Candi Panataran adalah sebuah candi berlatar belakang Hindu (Siwaitis) yang terletak di Jawa Timur, tepatnya di lereng barat daya Gunung Kelud, di sebelah utara Blitar. 

21. CANDI SAMBI SARI


Candi Sambi Sari adalah candi Hindu (Shiwa) yang berada kira-kira 12 km di sebelah timur kota Yogyakarta ke arah kota Solo atau kira-kira 4 km sebelum kompleks candi Prambanan. Candi ini dibangun pada abad ke 9 pada masa pemerintahan raja Rakai Garung di zaman kerajaan Mataram Kuno

22. CANDI SEWU


Candi Sewu adalah candi Buddha yang berada di dalam kompleks candi Prambanan (hanya beberapa ratus meter dari candi utama Roro Jonggrang). Candi Sewu (seribu) ini diperkirakan dibangun pada saat kerajaan Mataram Kuno oleh raja Rakai Panangkaran (746 – 784). Candi Sewu merupakan komplek candi Buddha terbesar setelah candi Borobudur, sementara candi Roro Jonggrang merupakan candi bercorak Hindu.

23.CANDI SUKUH


Candi Sukuh adalah sebuah kompleks candi agama Hindu yang terletak di Kabupaten Karanganyar, eks Karesidenan Surakarta, Jawa Tengah. Candi ini dikategorikan sebagai candi Hindu karena ditemukannya obyek pujaan lingga dan yoni. Candi ini digolongkan kontroversial karena bentuknya yang kurang lazim dan karena banyaknya obyek-obyek lingga dan yoni yang melambangkan seksualitas

24. CANDI RATU BOKO


Ratu Boko adalah situs purbakala yang merupakan komplek sejumlah sisa bangunan yang berada kira-kira 3 km di sebelah selatan dari komplek Candi Prambanan, 18km sebelah timur Kota Yogyakarta atau 50km barat daya Kota Surakarta. Luas kese
  1. Candi Hindu, yaitu candi untuk memuliakan dewa-dewa Hindu seperti Siwa atau Wisnu, contoh: candi Prambanan, candi Gebang, kelompok candi Dieng, candi Gedong Songo, candi Panataran, dan candi Cangkuang.
  2. Candi Buddha, candi yang berfungsi untuk pemuliaan Buddha atau keperluan bhiksu sanggha, contoh candi Borobudur, candi Sewu, candi Kalasan, candi Sari, candi Plaosan, candi Banyunibo, candi Sumberawan, candi Jabung, kelompok candi Muaro Jambi, candi Muara Takus, dan candi Biaro Bahal.
  3. Candi Siwa-Buddha, candi sinkretis perpaduan Siwa dan Buddha, contoh: candi Jawi.
  4. Candi non-religius, candi sekuler atau tidak jelas sifat atau tujuan keagamaan-nya, contoh: candi Ratu Boko, gapura Bajang Ratu, candi Tikus, candi Wringin Lawang.

Pada suatu era dalam sejarah Indonesia, yaitu dalam kurun abad ke-8 hingga ke-10 tercatat sebagai masa paling produktif dalam pembangunan candi. Pada kurun kerajaan Medang Mataram ini candi-candi besar dan kecil memenuhi dataran Kedu dan dataran Kewu di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Hanya peradaban yang cukup makmur dan terpenuhi kebutuhan sandang dan pangannya sajalah yang mampu menciptakan karya cipta arsitektur bernilai seni tinggi seperti ini. Beberapa candi yang bercorak Hindu di Indonesia adalah Candi Prambanan, Candi Jajaghu (Candi Jago), Candi Gedongsongo, Candi Dieng, Candi Panataran, Candi Selogrio, Candi Pringapus, Candi Singhasari, dan Candi Kidal.[8] Candi yang bercorak Buddha antara lain Candi Borobudur dan Candi Sewu.[8] Candi Prambanan di Jawa Tengah adalah salah satu candi Hindu-Siwa yang paling indah.[9] Candi itu didirikan pada abad ke-9 Masehi pada masa Kerajaan Mataram Kuno.[9]

Candi Hindu-Buddha dibangun antara abad ke-7 dan ke-15 Masehi. Candi paling banyak ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Titik hitam menunjukan candi Hindu, sementara titik merah menunjukan candi Buddha.

Kompleks Candi Muaro Jambi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Untuk Kabupaten Muaro Jambi, lihat Kabupaten Muaro Jambi.

Makara, patung penjaga gerbang di Candi Gumpung, Candi Buddha di situs arkeologi Muaro Jambi, Jambi
Situs Purbakala Kompleks Percandian Muaro Jambi adalah sebuah kompleks percandian agama Hindu-Buddha terluas di Indonesia yang kemungkinan besar merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Melayu. Kompleks percandian ini terletak di Kecamatan Muaro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Indonesia, tepatnya di tepi Batang Hari, sekitar 26 kilometer arah timur Kota Jambi. Koordinat Selatan 01* 28'32" Timur 103* 40'04". Candi tersebut diperkirakakn berasal dari abad ke-11 M. Candi Muaro Jambi merupakan kompleks candi yang terbesar dan yang paling terawat di pulau Sumatera. Dan sejak tahun 2009 Kopleks Candi Muaro Jambi telah dicalonkan ke UNESCO untuk menjadi Situs Warisan Dunia.

Candi Muaro Jambi
KOMPLEKS Percandian Muaro Jambi yang di dalamnya tersimpan lebih dari 80 reruntuhan candi dan sisa-sisa permukiman kuno dalam rentang abad IX-XV Masehi. Meskipun belum sepopuler candi lain di Pulau Jawa, situs purbakala yang diyakini juga sebagai salah satu pusat pengembangan agama Buddha di masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya ini merupakan aset yang dapat dimanfaatkan di bidang ilmu pengetahuan, kebudayaan, pariwisata, sosial, agama, dan ekonomi.
Situs purbakala ini membentang dari barat ke timur di tepian Sungai Batanghari sepanjang 7,5kilometer.Kompleks percandian ini dapat ditempuh melalui darat dan sungai dengan jarak dari Kota Jambi sejauh 30 Km. Dari sekitar 80 reruntuhan candi yang sudah diketahui, yang oleh masyarakat setempat disebut menapo, baru sebagian kecil yang sudah dipugar. Berdasarkan sisa-sisa reruntuhan yang ada, sebuah bangunan menggunakan batu merah.
Candi-candi yang sudah dibangun dan bisa dikunjungi wisatawan adalah Candi Vando Astano, Candi Gumpung, Candi Tinggi, Candi Kembar Batu, Candi Gedong 1, Candi Gedong 2, dan kolam Talaga Rajo. Juga terdapat Kanal-Kanal Tua yang mengelilingi komplek Percandian ini. Lokasinya tersebar di Desa Muaro Jambi, Kemingking Dalam, dan Danau Lamo.
Pemprov Jambi telah menyusun master plan pengembangan situs candi Muaro Jambi dan berikut Design Engineering (DED) detail untuk menentukan Restorasi Pengembangan Situs tersebut sebesar lebih kurang 12 triliyun.

1.Candi Tinggi                     
 
2  Telago Rajo                      
3  Candi Gumpung
4. Kanal kuno                   
 5   Candi Kembar Batu                         
6  Peta jambi 
7 Foto Udara Situs Muaro Jambi Candi Kedaton                   

semoga bermanfaat ya...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar