marque

welcome to my blog, MY NAME IS YULI RAHMAWATI, THANK YOU FOR WELCOME. SEE YOU

Kamis, 10 Oktober 2013

Tes dan Pengukuran Kebugaran Jasmani



1. Pengertian Tes dan Pengukuran Kebugaran Jasmani
Kebugaran jasmani adalah kemampuan seseorang untuk melaksanakan tugasnya sehari-hari dengan mudah, tanpa rasa lelah yang berlebihan dan masih mempunyai sisa atau cadangan tenaga untuk menikmati waktu luangnya serta untuk keperluan-keperluan yang mendadak.

Menurut Morehouse dan Miller, kebugaran jasmani merupakan bagian dari total fitness yang mempunyai beberapa kompnen antara lain :
  • Antomical fitness 
Antomical fitness merupakan sesuatu hal  yang sukar di kembangkan, karena untuk pengembangannya  harus dimulai sejak masa pertumbuhan anak-anak. Pengembangannya memerlukan waktu yang sangat banyak dan hasilnya sangat terbatas, karena terbentur pada faktor keturunan.
  • Physiological fitness
Physiological fitness adalah kemampuan tubuh untuk menyesuaikan fungsi fisiologinya agar dapat mengatasi keadaan lingkungan atau tugas fisik yang menentukan kerja otot seara cukup efisien, tak mengalami kelelahan dan telah memperoleh pemulihan yang sempurna.
  • Phsycological fitness 
Phsycological fitness menggambarkan tentang keadaan emosi yang stabil dan berguna untuk mengatasi masalah serta membangkitkan kemampuan untuk mengatasi gangguan emosi yang timbul secara mendadak.
Untuk meningkatkan kebugaran jasmani dilakukan suatu latihan kondisi fisik seesuai dengan bagian-bagian tubuh yang dilatih. Latihan kondisi fisik bertujuan untuk meningkatkan kondisi tubuh agar kemampuan fisik seseorang menjadi prima serta untuk menunjang aktivitas olahraga dalam rangka mencapai prestasi yang baik.
  • Faktor-faktor penunjang agar kondisi fisik seseorang menjadi baik antara lain :
  • Keteraturan melatih kemampuan gerak manusia yang meliputi kekuatan, daya tahan, kecepatan, kelincahan, kelentukan, dan sebagainya.
  • Tertib dalam kehidupan sehari-hari dalam pengaturan makanan, istirahat, berlatih, dan kegiatan lainnya yang bermanfaat.
  • menciptakan lingkungan hidup yang segar, tenteram dan menyenangkan setiap orang.

Tes dapat diartikan sebagai suatu bentuk pertanyaan untuk menilai pengetahuan. Dalam konteks kebugaran jasmani, tes merupakan suatu bentuk pengukuran untuk menilai kemampuan aktivitas jasmaniah. Sedangkan pengukuran kebugaran jasmani merupakan proses pengumpulan data atau informasi dari suatu objek tertentu. Dalam proses pengukuran diperlukan suatu alat ukur yang meliputi :
  • Tes dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan.
  • Tes dalam bentuk uji keterampilan gerak.
  • Tes berupa skala dan alat ukur lainnya yang baku ( meter, berat atau suhu ).
Suatu tes dan pengukuran kebugaran jasmani harus memenuhi beberapa syarat atau kriteria berikut ini :
  • Kesahihan (validasi)
Suatu tes dikatakan sahih apabila tes tersebut mengukur sesuai dengan tujuannya atau sesuai dengan tuntutan yang harus diukur.
  • Keterandalan (reliabilitas)
Suatu alat ukur diartikan andal (reliable) apabila alat ukur tersebut memperoleh hasil pengukuran secara tetap atau konsisten pada pengukuran kedua dengan atlet dan pelatih yang sama.
  • Objektivitas
Objektivitas merupakan konsistensi hasil suatu tes yang diperoleh dari dua atau lebih pengetes atau tester dan memperoleh hasil pengukuran yang seragam pada atlet-atlet yang sama dengan waktu pengukuran yang sama.
  • Norma
Norma adalah petunjuk atau pedoman untuk mengetahui hasil suatu pengukuran berdasarkan tempat seorang atlet yang melakukan tes. Norma dapat digolongkan menjadi lima tingkatan, misalnya tingkatan sangat baik, baik, sedang, kurang, dan sangat kurang.
  • Tuntunan pelaksanaan baku
Dalam setiap tes atau pengukuran harus ada tuntutan yang baku tentang bagaimana tes tersebut harus dilakukan. Tuntutan atau petunjuk tersebut berlaku bagi atlet yang dites maupun pelatih yang mengetes.
Hasil pengukuran dapat dinyatakan dalam skor kuantitatif yang dapat diolah secara statistik dan hasil pengukuran dapat berupa skor, frekuensi, waktu, jarak dan jumlah. Pengukuran dalam olahraga harus dilakukan berdasarkan asas-asas berikut :
  • Pengukuran harus dilakukan untuk mencapai tujuan yang tercapai.
  • Metode pengukuran harus bersifat menyeluruh baik tes, pengukuran maupun evaluasi.
  • Alat ukur yang digunakan dalam proses pengukuran harus valid dan reliabel.
  • Tes dan pengukuran hendaknya dilakukan oleh petugas yang sesuai dengan bidangnya.
Aspek-aspek pengukuran kebugaran jasmani, yaitu :
  • Kesegaran jasmani yang berhubungan dengan kesehatan antara lain :
    1. daya tahan jantung dan paru-paru
    2. kekuatan otot
    3. daya tahan otot
    4. fleksibilitas
    5. komposisi tubuh
  • Kesegaran jasmani yang behubungan dengan keterampilan antara lain :
    1. kecepatan
    2. kekuatan (power)
    3. keseimbangan
    4. kelincahan
    5. koordinasi
    6. kecepatan reaksi
Fungsi dari tes dan pengukuran kebugaran jasmani dalam proses pengajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan meliputi :
  • mengukur dan menilai kemampuan fisik siswa.
  • menentukan status kondisi fisik siswa.
  • mengetahui perkembangan kemampuan fisik siswa.
  • memberikan bimbingan dalam meningkatkan kebugaran jasmani siswa.
  • memberi masukan bahan penilaian pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. 

http://www.remagari.co.cc/2010/05/tes-dan-pengukuran-kebugaran-jasmani.html
semoga bermanfaat
 

1 komentar: